Covid Toes, Gejala Baru dari COVID-19

  • Whatsapp
Covid-Toes-Gejala-Baru-dari-COVID-19
Foto dari Canva.com Photos Unlimited

Secara umum orang yang terdampak virus corona akan menunjukkan gejala seperti batuk kering, demam, bahkan sampai kesulitan bernafas. Namun baru-baru ini, para peneliti telah menemukan gejala baru yang bernama Covid Toes. Berikut ini ada tanda-tanda dari gejala baru tersebut.

1. Terdapat Warna Kebiruan atau Keunguan

Pada pasien yang terkonfirmasi positif virus corona yang sudah kritis, biasanya akan menimbulkan gejala lain. Yaitu adanya warna kebiruan atau keunguan. Warna ini muncul pada kaki tepatnya biasanya pada jari kaki. Warna biru atau keunguan ini terlihat menyerupai memar atau ruam. Biasanya lesi ini terlihat pada orang yang tidak menunjukkan gejala virus corona lainnya yang pada umumnya.

Lesi bisa disebabkan oleh adanya peradangan akibat infeksi yang sudah parah. Peradangan ini dapat menyebabkan gumpalan darah kecil di pembuluh darah terutama di bagian kaki. Adanya warna biru atau ungu ini bisa menjadi awal dari terjangkitnya virus corona. Apabila Anda menemui hal ini, segera ke dokter. Pasalnya, bisa jadi virus corona bisa muncul setelah Anda mengalami hal ini.

2. Sakit Saat Disentuh

Gejala berikutnya adalah terasa sakit saat kulit atau lesi tersebut disentuh. Hal ini disebabkan lesi kulit adalah jaringan kulit yang tumbuh secara abnormal. Pertumbuhan kulit secara abnormal dapat diketahui baik di permukaan maupun di bawah permukaan kulit. Lesi yang berwarna keunguan atau kebiruan ini bisa sembuh tanpa meninggalkan bekas di kulit.

3. Terasa Terbakar

Ada beberapa penelitian kecil di Italia menunjukkan ada pasien yang mengalami manifestasi kulit. Seperti kulit merah, gatal-gatal dan terasa terbakar. Dokter spesialis yang menangani masalah kaki menuturkan bahwa jangan terlalu menganggap enteng masalah lesi pada kaki. Dokter tersebut mempertimbangkan lesi di kaki sebagai gejala potensial dari virus corona sebelum gejala lainnya berkembang pada tubuh pasien.

Dokter tersebut menyarankan pada orang yang memiliki lesi pada kaki untuk mengisolasikan diri dalam karantina. Apabila orang tersebut tidak memiliki riwayat seperti terkena sengatan, luka bakar atau trauma lainnya, lebih baik diobati dengan kortikosteroid topikal krim untuk mengobati masalah dermatitis, gatal, radang, bahkan munculnya pembengkakan.

4. Terjadi pada Anak dan Remaja

Ada satu penelitian di Italia bahwasannya ditemukan seorang anak  laki-laki berusia sekitar 13 tahun terjangkit lesi ini. Lesi yang ditemukan pada kaki ini memiliki diameter antara 5-15 milimeter. Dua hari berikutnya, ternyata anak laki-laki ini mengalami demam, nyeri otot, sakit kepala, gatal-gatal yang hebat, dan terasa sensasi terbakar pada kaki. Gejala ini dialami anak laki-laki selama lebih dari seminggu sebelum sembuh dengan sendirinya.

Dokter di sana mengkonfirmasi bahwasannya lesi ini bisa dipicu oleh virus corona. Kemungkinan lesi itu akibat dari anak laki-laki tertular dari virus corona baru. Anak laki-laki tersebut tertular dari Ibu dan saudaranya yang sudah terjangkit virus corona terlebih dahulu sebelum lesi di kaki anak laki-laki tersebut muncul.

Itulah beberapa tanda dari gejala Covid Toes yang merupakan gejala baru dari virus corona. Apabila Anda menemui tanda-tanda ini pada diri sendiri atau pada orang lain, lebih pergi memeriksakan diri. Anda bisa berkonsultasi dengan profesional medis dan mintalah untuk tes Covid-19.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *