Mengenal Ragam Jenis Reksadana beserta Risiko dan Keuntungannya

  • Whatsapp
Mengenal-Ragam-Jenis-Reksadana-beserta-Risiko-dan-Keuntungannya
Foto dari Canva

Reksadana menjadi salah satu bentuk instrumen investasi yang memiliki peminat besar saat ini. Memang benar jika investasi ini mendatangkan banyak keuntungan dan punya berbagai kelebihan. Selain itu ada banyak tipe atau jenis reksadana yang setiap jenisnya mendatangkan keuntungan berbeda sesuai tujuan investasi masing-masing investor.

Ragam Jenis Investasi Reksadana

Sebelum mengalokasikan uang Anda dalam bentuk investasi reksadana, penting sekali untuk mengetahui apa saja jenis produk yang ada di dalamnya. Investasi ini memang terbagi menjadi beberapa jenis dan punya spesifikasi masing-masing. Berikut ini adalah jenis-jenis investasi reksadana yang perlu Anda kenali:

1. Pasar Uang

Pertama ada reksadana pasar uang yang paling populer di kalangan investor dan sangat direkomendasikan untuk para pemula. Instrumen ini dikenal memiliki risiko yang paling rendah dari jenis investasi reksadana lainnya. Namun setara dengan risiko yang rendah tersebut, return yang dihasilkan dari investasi ini juga tergolong lebih rendah dari reksadana yang lain.

Instrumen pasar uang ini akan mengalokasikan dana modal ke sektor surat berharga yang memiliki jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Jadi memang jenis investasi ini cukup cocok untuk investor yang memiliki tujuan investasi dengan jangka waktu pendek. Karena risikonya rendah maka jenis investasi ini juga sangat direkomendasikan untuk investor dengan profil risiko rendah.

2. Pendapatan Tetap

Selanjutnya ada jenis reksadana pendapatan tetap. Ini merupakan tipe reksadana yang memiliki return lebih besar dibandingkan reksadana pasar uang. Namun risiko yang dimiliki juga akan lebih besar daripada tipe reksadana sebelumnya. Dengan begitu Anda harus berhati-hati jika ingin memasukkan dana ke instrumen reksadana yang satu ini.

Reksadana pendapatan tetap akan mengalokasikan dana modal Anda untuk bermain di aset surat utang jangka panjang. Dananya akan digunakan untuk instrumen obligasi milik pemerintah dan swasta sehingga pergerakan return-nya akan jauh lebih stabil. Ini merupakan tipe instrumen investasi yang sangat direkomendasikan bagi investor dengan tujuan jangka panjang.

3. Saham

Anda mungkin sudah sering mendengar investasi saham. Reksadana pun juga memiliki tipe instrumen yang bergerak di bidang saham. Namun perlu diketahui bahwa reksadana saham ini berbeda dari investasi saham. Jika investasi saham mengharuskan investor untuk mengelola sendiri dana investasinya maka tidak dengan reksadana saham.

Instrumen reksadana saham ini akan menggunakan peran dari manajer investasi. Jual beli saham dan pengelolaannya akan dilakukan oleh manajer investasi bukan investor langsung. Risikonya jauh lebih besar daripada pasar uang serta pendapatan tetap. Namun perlu diketahui bahwa return atau profit dari investasi ini jauh lebih besar juga dan sangat menggiurkan.

4. Campuran

Bagi investor dengan profil risiko moderat, sangat disarankan untuk memilih reksadana campuran. Ini merupakan jenis reksadana yang menggunakan perpaduan beberapa jenis aset. Jadi dana yang dimiliki oleh investor nantinya akan dialokasikan untuk beberapa aset. Mulai dari saham, obligasi, dan pasar uang.

Jika dibandingkan dengan saham jenis investasi ini memang punya risiko yang jauh lebih ringan. Namun saat dibandingkan dengan instrumen pendapatan tetap, investasi reksadana campuran ini punya risiko yang lebih tinggi. Keuntungannya, jenis investasi reksadana ini bisa mendatangkan return yang bervariasi dan sudah mengalami diversifikasi.

Itulah tadi beberapa jenis reksadana yang bisa menghasilkan banyak keuntungan bagi Anda sebagai investor. Selain meletakkan dana di instrumen reksadana ini, Anda juga bisa mengandalkan sistem peer to peer lending. Peer to peer lending adalah sistem investasi dimana Anda akan meminjamkan uang kepada pihak lain untuk memperoleh keuntungan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *